HUMOR MUKIDI, BIKIN NGAKAK TERPINGKAL- PINGKAL (2)
(2) Mukidi nyari uang
kembalian
"Buk, rujak satu, berapa?" tanya Cak
Mukidi.
"Sepoloh rebu..cak..," kata Bu
Markonah.
Selesai dibungkus, Cak Mukidi bayar dengan uang
Rp 20.000. Markonah bilang, "Cak... tangan saya lagi belepotan,
kembaliannya ambil sendiri di sini ya," kata Markonah sambil menunjuk
belahan dada atas.
Tanpa ragu-ragu Cak Mukidi merogoh karena orang
Madura memang biasa menaruh segala macem di sana pikirnya. "Nggak
ada..Bu." kata Cak Mukidi.
Buk Markonah kasih instruksi, "Lebih dalam
lagi, terus, terus. Ke kanan, ke kiri."
Cak Mukdi: "Nggak ada...Buk."
"Ya sudah," kata Buk Markonah.
"Lah terus mana kembalian saya????"
tanya Cak Mukidi bingung.
Buk Markonah dengan enteng berkata, "Ongkos
rogoh-rogoh sepoloh rebu Cak, sampeyan kira goh-rogoh nang njero kutang ku
gratis."
Mukidi hanya garuk-garuk kepala sambil nyengir
mendengar Bu Markonah
Mukidi (3)
"Sepoloh rebu..cak..," kata Bu Markonah.
Selesai dibungkus, Cak Mukidi bayar dengan uang Rp 20.000. Markonah bilang, "Cak... tangan saya lagi belepotan, kembaliannya ambil sendiri di sini ya," kata Markonah sambil menunjuk belahan dada atas.
Tanpa ragu-ragu Cak Mukidi merogoh karena orang Madura memang biasa menaruh segala macem di sana pikirnya. "Nggak ada..Bu." kata Cak Mukidi.
Buk Markonah kasih instruksi, "Lebih dalam lagi, terus, terus. Ke kanan, ke kiri."
Cak Mukdi: "Nggak ada...Buk."
"Ya sudah," kata Buk Markonah.
"Lah terus mana kembalian saya????" tanya Cak Mukidi bingung.
Buk Markonah dengan enteng berkata, "Ongkos rogoh-rogoh sepoloh rebu Cak, sampeyan kira goh-rogoh nang njero kutang ku gratis."
Mukidi hanya garuk-garuk kepala sambil nyengir mendengar Bu Markonah
Mukidi (3)